Tentang Imaji
Pemikiran rasional mendominasi kepalanya
semuanya haruslah realistis. Lelaki itu sekarang tak pernah lagi bermain dengan imajinya. Imaji itu seolah di tepisnya jauh-jauh menghilang ditangkai tangkai pemikirannya. Tak ada lagi pikiran bandel yang keratif. Pola pikirnya yang terlalu rasional dan ralistis itu telah mengurungnya dalam sangkar.
Lelaki itu tak punya cukup keberanian untuk meloloskan diri. Kalau lah selangkah saja dia keluar dari kandang yang seolah berbalut emas itu. Pemikiran rasionalnya akan segera memperlihatkan berjuta bahaya kegagalan hidup.
Entah esok atau lusa mungin akan didapatinya nisan yang bertuliskan "IMAJI KU".
-sm.adam
semuanya haruslah realistis. Lelaki itu sekarang tak pernah lagi bermain dengan imajinya. Imaji itu seolah di tepisnya jauh-jauh menghilang ditangkai tangkai pemikirannya. Tak ada lagi pikiran bandel yang keratif. Pola pikirnya yang terlalu rasional dan ralistis itu telah mengurungnya dalam sangkar.
Lelaki itu tak punya cukup keberanian untuk meloloskan diri. Kalau lah selangkah saja dia keluar dari kandang yang seolah berbalut emas itu. Pemikiran rasionalnya akan segera memperlihatkan berjuta bahaya kegagalan hidup.
Entah esok atau lusa mungin akan didapatinya nisan yang bertuliskan "IMAJI KU".
-sm.adam

0 Response to "Tentang Imaji"
Post a Comment