Cerita : Engkau Temanku Di Malam Hari
Dipandanginya secangkir kopi yang mulai masbodoh di hisap embusan angin.
Hampir saja lelaki itu seharian bermalas-malasan, jikalau saja ia tidak membereskan buku-buku yang berantakan di raknya.
Kini malam sudah larut diaduk jarum jam. Kantuk belum juga mengajaknya berdialog. Jangankan berdialog menyapanya pun tidak.
Baca Juga : Info Jasa Sedot wc
Atau barang kali lelaki itu telah mengusir kantuk semenjak jauh jauh hari.
Sepertinya kantuk itu pernah tersinggung di suatu waktu hingga sampai ia enggan menyapa.
Tapi sudah lah lelaki itu sekarang bertemu teman baru.
Sebuah novel surealis dengan alur mundur yang membingungkan.
Kendati novel itu rumit, lelaki itu tak mengalah menggelutinya.
Meniliknya dengan selidik.
Lembar demi lebar diperkosanya. tiapkatanya disingkapkan hingga tak ada lagi hijab.
Tak jarang juga ia menyelimuti katanya semoga tak lekas pergi dari ingatannya.
Kerumitan novel itu dianggapnya sebagai manifestasi kecerdasan penulisnya. Memutar alur cerita, menyembunyikan gagasan, membuatnya kompleks ibarat wajah perpolitikan kita ketika ini.
Di sela-sela pembicaraannya dengan teman gres itu.
Lelaki itu merindukan senyuman si kantuk. Seusai menelanjangi novel biasanya ia menanti si kantuk pulang.
Berharap si kantuk malam ini mau berbaikan dengannya.
Dan esok hari si kantuk akan tiba lebih awal dengan suasana ke intiman.
Baca : Jasa Sedot wc di Medan
-sm.adam

0 Response to "Cerita : Engkau Temanku Di Malam Hari"
Post a Comment