Service Sedot Tinja Tertahan Ketentuan
![]() |
| Event Organizer Radar Tasikmalaya NGOBROL SANTAI. UPTD SPALD Kota Tasikmalaya melaksanakan Ngobrol Santai bersama para pengusaha sedot tinja di Hotel Horison, Rabu (14/8).https://www.radartasikmalaya.com |
Service sedot tinja di Kota Tasikmalaya yang dikerjakan oleh UPTD Skema Pengendalian Air Sampah Domestik (SPALD) sampai sekarang belum berperan dengan optimal sebab belum terdapatnya ketentuan wilayah (perda) yang spesial mengendalikan operasionalnya.
Kepala UPTD SPALD Kota Tasikmalaya Suprianto ST mengemukakan, sekarang untuk service sedot tinja masih merujuk pada Perda Nomer 5 Tahun 2011 mengenai Biaya Retribusi dengan biaya sebesar Rp 125 ribu. Walau sebenarnya, UPTD SPALD bukan sekedar jadi penyuplai layanan sedot tinja saja, namun dapat memberi service untuk pembuangan sampah tinja dari perusahaan sedot tinja punya swasta.
“Hal sangat penting yang diperlukan sekarang ialah selekasnya punyai ketentuan tentang operasional UPTD SPALD, kita memang baru tercipta, tetapi belum diimbangi dengan peraturan,” tuturnya waktu mengemukakan materi di acara Bercakap Enjoy bersama dengan beberapa entrepreneur sedot tinja di Hotel Horison, Rabu (14/8).
Karena tidak terdapatnya peraturan, lanjut Supri, beberapa pemilik usaha sedot tinja yang bekerja di Kota Tasikmalaya juga tidak terpantau serta terawasi. Faksinya tidak dapat pastikan ke mana sampah tinja yang dihisap oleh faksi swasta itu, sebab sampai kini belum pernah ada buangan ke Instalasi Pemrosesan Sampah Terintegrasi yang diurus oleh UPTD SPALD Kota Tasikmalaya.
“Yang kami cemaskan.kuatirkan pemilik service layanan sedot tinja punya swasta ini membuangnya di sembarangan tempat, ini sebenarnya yang menjadi ke kecemasan kami sekarang, sebab kita belum mempunyai ketentuan,” tutur ia.
Menurutnya, Untuk layanan sedot tinja di Kota Tasikmalaya sekarang terus alami penambahan. Pada Mei sampai 77 keinginan, Juni 64 keinginan serta Juli sampai 110 keinginan. Kenaikan keinginan ini tidak lepas dari publikasi yang santer dikerjakan Dinas Kesehatan lewat program open defecation free (ODF) dimana banyak dikerjakan pemicuan di sejumlah daerah di Kota Tasikmalaya.
Boy Tagajagawani, perwakilan dari Forkalim dan bekas Direktur Air Sampah PDAM Tirta Wening Kota Bandung mengutarakan, jika yang akan datang layanan sedot tinja ini dapat jadi kesempatan ekonomi buat warga. Ini didukung dengan beberapa unsur seperti jumlahnya manusia yang makin bertambah selanjutnya keperluan buang air besar adalah keperluan penting manusia.
Tidak bingung jika di Kota Bandung, kata Boy, banyak service sedot tinja yang diurus faksi swasta yang bekerja bersama dengan pemerintah. “Pengolahan air sampah ini punyai kekuatan ekonomi. Masyarakat itu tentu makin bertambah, tentu buang air besar, serta ini jadi kesempatan. Satu diantara rintangannya ialah harus punyai peraturan. Di Kota Tasikmalaya sampai sekarang belum punyai regulasinya, mudah-mudahan yang akan datang, peraturan ini dapat selekasnya terjadi,” papar ia.
Baca juga: Jasa Sedot Tinja Samarinda
Satu diantara entrepreneur sedot tinja swasta dari Kota Bandung, Rasito mengemukakan pengalamannya dalam menekuni usaha sedot tinja dengan daerah jangkauan Bandung serta sekelilingnya. Pria yang telah mempunyai lima tangki sedot tinja ini, jika dirata-ratakan pada sebuah bulan dapat bekerja sekitar 100 kali penyedotan. Dari usaha sedot tinja itu Rasito dapat memperoleh omzet sampai Rp 10 juta per bulan dari satu tangki saja. (red)


0 Response to "Service Sedot Tinja Tertahan Ketentuan "
Post a Comment